Skip to content
Juli 28, 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Tiktok
  • Twitter
Pemerintah Provinsi Papua Tengah

Pemerintah Provinsi Papua Tengah

Gerbang Cendrawasih

Primary Menu
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sekilas Pandang
    • Arti Lambang Daerah
    • Sejarah
  • JDIH
  • POTENSI
  • KABUPATEN
    • Kabupaten Nabire
    • Kabupaten Mimika
    • Kabupaten Paniai
    • Kabupaten Deiyai
    • Kabupaten Intanjaya
    • Kabupaten Puncak Jaya
    • Kabupaten Puncak
    • Kabupaten Dogiyai
  • INSTANSI
    • BIRO
      • Biro Hukum
    • DINAS
      • Dinas Perhubungan
      • Dinas Kesehatan P2KB
      • Dinas Kominfo
      • DPMPTSP
      • Dinas Pendidikan
    • BADAN
      • BPPKAD
      • BAPPERIDA
      • BKPSDM
    • SEKRETARIAT
      • MRP
    • INSPEKTORAT
    • RUMAH SAKIT
  • E-GOV APP
    • SIPD PPT
    • RAP OTSUS
    • e-Dalevbang
    • SIKAP OAP
    • SIMPEG
    • TAKAH
    • e-Absensi
    • SIMANJA
    • SAKTI
    • ASiKeMPat
    • SISDA OAP
    • E-OFFICE
  • PPID
  • PUBLIKASI
    • Dokumen Keuangan
    • Peraturan Gubernur
    • Keputusan Gubernur
Live
  • Home
  • 2025
  • November
  • 20
  • Saatnya Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah hidupkan kembali Tarian Yospan 
  • Papua Tengah

Saatnya Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah hidupkan kembali Tarian Yospan 

admin November 20, 2025 3 minutes read
IMG-20251120-WA0507

Nabire — Salah satu tarian di tanah Papua kian hari kian menghilang, namanya Yosim Pancar atau dikenal dengan nama singkatan Yospan. Yospan adalah tarian tradisional dari Papua, dikenal sebagai tarian pergaulan atau persahabatan kaum muda-mudi. 

 

Oleh karena itu, Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah (DKPPT) dibawah pimpinan Nofit Nawipa, ST bertekad untuk menghidupkan kembali. Buktinya, pada hari ini, Kamis, (20/11/2025) secara resmi Nofit Nawipa, ST membuka lomba tarian Yospan di GOR Kota Lama Nabire.

Kegiatan budaya tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan penonton, para dewan juri, panitia, serta sejumlah grup seni dari berbagai daerah yang menampilkan tarian khas Papua.

 

Ketua DKPPT Nofit Nawipa, ST menegaskan, tarian Yospan bukan sekadar hiburan, melainkan tarian yang sarat nilai persaudaraan, harmoni, dan identitas budaya Papua. Ia juga mengingatkan bahwa Yospan telah menjadi simbol persatuan sejak berkembang di Tanah Papua pada era 1960-an.

“Yospan adalah tarian yang membentuk karakter dan persatuan orang Papua. Nilai-nilai di dalamnya sudah hidup sejak lama dan harus terus kita jaga,” ujar Nawipa.

 

Jenis tarian ini merupakan tarian pergaulan atau persahabatan yang dibawakan oleh laki-laki dan perempuan secara berpasangan atau berkelompok, sering kali membentuk lingkaran yang berjalan sambil menari.

Iringan musik digunakan alat musik tradisional seperti gitar, ukulele (juk), tifa, dan bass akustik (stem bass).

Nofit yang juga pemain bass pada group musik Lalapan Lele Band ini menilai penyelenggaraan lomba ini merupakan langkah strategis dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah.

 

Yospan, kata Nawipa, bukan hanya bagian dari tradisi, tetapi juga ruang kreatif bagi generasi muda Papua untuk mengekspresikan identitas budaya mereka. Nawipa juga memberikan apresiasi kepada panitia, seniman, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan acara tersebut.

 

“Kepada para peserta, saya berpesan agar menampilkan tarian bukan hanya sebagai rangkaian gerak, tetapi sebagai persembahan jiwa dan wujud kecintaan terhadap budaya Papua,” katanya.

 

DKPPT berharap kegiatan ini berjalan meriah, aman serta membawa semangat persatuan bagi masyarakat Papua Tengah. “Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati kita semua,” ujarnya.

Ketua panitia lomba tarian Yospan, Yance Nawipa mengatakan, tarian tersebut lahir dari perpaduan berbagai unsur budaya Papua. Ia menyebut tarian ini merupakan gabungan gerak dan ritme dari wilayah Meepago, Nabire, Paniai, Deiyai, hingga daerah-daerah pesisir.

 

“Semua unsur itu disatukan di satu panggung, menciptakan tarian yang mengekspresikan semangat, kebersamaan, dan identitas kita sebagai orang Papua,” kata Yance Nawipa.

 

Ia menambahkan bahwa Yosim Pancar adalah warisan penting yang harus dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

“Tarian ini mengingatkan kita tentang persaudaraan, kehangatan, dan rasa memiliki sebagai satu bangsa Papua. Ini warisan yang wajib kita pelihara dan lestarikan,” ucapnya.

 

Dengan penyelenggaraan kegiatan ini, Dewan Kesenian Papua Tengah berharap seni budaya Papua terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat di seluruh wilayah. (*)

About the Author

admin

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Cara Pemprov Papua Tengah memastikan dana Otsus tepat sasaran
Next: Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Gelar Rapat Monev dan Asistensi APBD 2025 di Papua Tengah

Related Stories

IMG-20260722-WA0319
  • Papua Tengah

Di Usia ke-4, Papua Tengah Fokus Bangun SDM dan Jaga Persatuan  

admin Juli 23, 2026
IMG-20260719-WA0111
  • Papua Tengah

Gubernur Meki Nawipa Ajak Warga Ramaikan Tiga Hari Pesta Rakyat HUT Ke-4 Papua Tengah

admin Juli 19, 2026
1782704559262
  • Papua Tengah

Langkah Papua Tengah Wujudkan Keuangan Daerah Cepat dan Transparan Lewat SIPD‑SP2D Online

admin Juni 29, 2026

Banner Info

Konten Kominfo

Survey pengunjung

Polling Form (#3)

BesucherZaehler.co

You may have missed

IMG-20260723-WA0142
  • Pendidikan

Peringatan Hari Anak Nasional: Langkah Besar Papua Tengah Wujudkan Provinsi Layak Anak

admin Juli 24, 2026
IMG-20260723-WA0174
  • Pembangunan

Wagub Papua Tengah Tampil Sebagai Pembicara dalam Konferensi Internasional Bahas Tata Kelola SDA

admin Juli 24, 2026
IMG_20260723_124715
  • Pembangunan

Nabire Menjadi Ibu Kota Papua Tengah, Gubernur Meki: Ini Hasil Perjuangan Komarudin Watubun

admin Juli 23, 2026
IMG-20260722-WA0319
  • Papua Tengah

Di Usia ke-4, Papua Tengah Fokus Bangun SDM dan Jaga Persatuan  

admin Juli 23, 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Tiktok
  • Twitter
Copyright © Papuatengahprov.go.id 2025 All rights reserved. | MoreNews by AF themes.