Skip to content
Juli 26, 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Tiktok
  • Twitter
Pemerintah Provinsi Papua Tengah

Pemerintah Provinsi Papua Tengah

Gerbang Cendrawasih

Primary Menu
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sekilas Pandang
    • Arti Lambang Daerah
    • Sejarah
  • JDIH
  • POTENSI
  • KABUPATEN
    • Kabupaten Nabire
    • Kabupaten Mimika
    • Kabupaten Paniai
    • Kabupaten Deiyai
    • Kabupaten Intanjaya
    • Kabupaten Puncak Jaya
    • Kabupaten Puncak
    • Kabupaten Dogiyai
  • INSTANSI
    • BIRO
      • Biro Hukum
    • DINAS
      • Dinas Perhubungan
      • Dinas Kesehatan P2KB
      • Dinas Kominfo
      • DPMPTSP
      • Dinas Pendidikan
    • BADAN
      • BPPKAD
      • BAPPERIDA
      • BKPSDM
    • SEKRETARIAT
      • MRP
    • INSPEKTORAT
    • RUMAH SAKIT
  • E-GOV APP
    • SIPD PPT
    • RAP OTSUS
    • e-Dalevbang
    • SIKAP OAP
    • SIMPEG
    • TAKAH
    • e-Absensi
    • SIMANJA
    • SAKTI
    • ASiKeMPat
    • SISDA OAP
    • E-OFFICE
  • PPID
  • PUBLIKASI
    • Dokumen Keuangan
    • Peraturan Gubernur
    • Keputusan Gubernur
Live
  • Home
  • 2026
  • Juli
  • 24
  • Wagub Papua Tengah Tampil Sebagai Pembicara dalam Konferensi Internasional Bahas Tata Kelola SDA
  • Pembangunan

Wagub Papua Tengah Tampil Sebagai Pembicara dalam Konferensi Internasional Bahas Tata Kelola SDA

admin Juli 24, 2026 3 minutes read
IMG-20260723-WA0174

NABIRE – Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si diundang menjadi pembicara dalam sebuah konferensi internasional yang mengangkat tema Rekonfigurasi Tata Kelola Sumber Daya Alam (SDA) yang berlangsung pada 23–24 Juli 2026 di Hotel Gammara Makassar (23/7/2026), Jl. Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kehadiran orang nomor dua di Papua Tengah ini pada kancah dunia menjadi bukti semakin diakuinya pengalaman dan pandangan Papua Tengah dalam mengelola kekayaan alam demi keadilan dan keberlanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Deinas Geley menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi semata, melainkan harus berlandaskan pada tiga pilar utama diantaranya keadilan bagi Orang Asli Papua (OAP), pelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan yang berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa kekayaan alam yang ada di tanah ini adalah amanah leluhur yang harus dinikmati oleh generasi sekarang sekaligus tidak merampas hak anak cucu di masa depan.

“Rekonfigurasi tata kelola berarti mengubah cara pandang lama yang seringkali mengesampingkan hak masyarakat adat. Kita sedang membangun model baru di mana kepemilikan, pengawasan, dan manfaat hasil alam berpihak secara nyata kepada masyarakat yang tinggal di lokasi tersebut,” ujar Deinas dalam pemaparan materinya.

Ia juga menjelaskan, bahwa Papua Tengah kini sedang merancang dan memperkuat berbagai regulasi serta kelembagaan agar setiap aktivitas pemanfaatan sumber daya alam, baik pertambangan, perkebunan, perikanan maupun kehutanan memiliki kepastian hukum, transparan dan melibatkan peran serta masyarakat adat secara bermakna.

“Prinsipnya sederhana, bahwa tidak ada kekayaan alam yang boleh diambil tanpa izin dan tanpa memberikan manfaat yang nyata bagi warga setempat,” katanya.

Partisipasi Wakil Gubernur dalam forum internasional ini menjadi momentum penting untuk menyuarakan aspirasi Papua Tengah di hadapan komunitas global, sekaligus menyerap praktik terbaik dari negara maupun daerah lain yang telah berhasil mengelola sumber daya alam secara adil dan lestari.

Melalui keterlibatan ini, Papua Tengah berkomitmen untuk terus berperan aktif merumuskan kesepakatan dan kebijakan yang lebih humanis, di mana pembangunan dan pelestarian alam dapat berjalan beriringan, serta martabat Orang Asli Papua tetap terjaga di tengah arus pembangunan.

Kegiatan ilmiah bertaraf internasional tersebut menghadirkan akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, serta pengambil kebijakan untuk membahas berbagai isu strategis terkait tata kelola sumber daya alam, transformasi politik, pembangunan berkelanjutan, serta penguatan kebijakan publik yang berorientasi pada keadilan sosial.

Konferensi ini juga dihadiri oleh peserta dan delegasi dari 12 negara, yaitu Makedonia Utara, Thailand, Spanyol, Filipina, India, Vietnam, Irak, Yordania, Malaysia, Nigeria, Pakistan dan Korea Selatan, sehingga menjadi ruang dialog akademik lintas negara dalam merumuskan model tata kelola sumber daya alam yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

About the Author

admin

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Nabire Menjadi Ibu Kota Papua Tengah, Gubernur Meki: Ini Hasil Perjuangan Komarudin Watubun
Next: Peringatan Hari Anak Nasional: Langkah Besar Papua Tengah Wujudkan Provinsi Layak Anak

Related Stories

IMG_20260723_124715
  • Pembangunan

Nabire Menjadi Ibu Kota Papua Tengah, Gubernur Meki: Ini Hasil Perjuangan Komarudin Watubun

admin Juli 23, 2026
IMG_20260718_200505
  • Pembangunan

HUT Ke-4 Papua Tengah; Jaga Persatuan Lewat Nobar, Budaya, UMKM dan Iman

admin Juli 18, 2026
1784010973424
  • Pembangunan

Perkuat Kapasitas Aparat Kampung, Gubernur Papua Tengah Tegaskan Pentingnya Adminduk

admin Juli 14, 2026

Banner Info

Konten Kominfo

Survey pengunjung

Polling Form (#3)

BesucherZaehler.co

You may have missed

IMG-20260723-WA0142
  • Pendidikan

Peringatan Hari Anak Nasional: Langkah Besar Papua Tengah Wujudkan Provinsi Layak Anak

admin Juli 24, 2026
IMG-20260723-WA0174
  • Pembangunan

Wagub Papua Tengah Tampil Sebagai Pembicara dalam Konferensi Internasional Bahas Tata Kelola SDA

admin Juli 24, 2026
IMG_20260723_124715
  • Pembangunan

Nabire Menjadi Ibu Kota Papua Tengah, Gubernur Meki: Ini Hasil Perjuangan Komarudin Watubun

admin Juli 23, 2026
IMG-20260722-WA0319
  • Papua Tengah

Di Usia ke-4, Papua Tengah Fokus Bangun SDM dan Jaga Persatuan  

admin Juli 23, 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Tiktok
  • Twitter
Copyright © Papuatengahprov.go.id 2025 All rights reserved. | MoreNews by AF themes.