Nabire — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Monitoring Meja Semester I Tahun Anggaran 2026 di Aula LPP RRI Nabire, berlangsung selama dua hari 13–14 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 26 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dibuka langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah, dr. Silwanus A. Soemoele.
Hingga pelaksanaan monitoring, realisasi belanja keuangan dari total pagu APBD sebesar Rp3.177.954.628.799,00 baru mencapai Rp769.768.233.888,50 atau 24,22%, sedangkan realisasi fisik tercatat 14,63%. Angka ini dipantau melalui sistem digital e-Dalevbang PPT yang mencakup 175 Program, 503 Kegiatan, dan 1.545 Subkegiatan.

Sementara itu, Pj. Sekda menyampaikan data per 11 Agustus 2026 menunjukkan daya serap sebesar 33,37%, yang juga masih masuk kategori rendah. Masih terdapat sejumlah OPD yang realisasinya di bawah 50%.
“Fungsi pengendalian dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program dan kegiatan berjalan sesuai rencana, serta mengambil tindakan korektif sedini mungkin. OPD tetap memperhatikan pelaksanaan kegiatan dan tetap mengentry realisasi fisik sebagai bahan laporan kepada Gubernur,” ujar Plt. Kepala Bapperida, Elieser Yogi, S.STP., M.Si.

Mengingat masih tersisa sekitar empat bulan hingga akhir tahun, seluruh OPD diminta bekerja ekstra cepat. Setelah ini, Bapperida akan melakukan Monitoring Lapangan untuk memverifikasi langsung di lokasi kegiatan.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH yang diwakili Pj. Sekretaris Daerah, dr. Silwanus A. Soemoele mengatakan, daya serap anggaran kita berada dalam kategori rendah.
“Ini harus menjadi perhatian kita semua. Laporkan permasalahan yang ada kepada tim Monitoring Meja dengan cepat, agar kita dapat mengambil tindakan yang tepat dan tidak menghambat pelaksanaan program,” katanya.

Pj. Sekda juga mengingatkan seluruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPTK) untuk mempercepat proses pengadaan barang dan jasa, tetap mematuhi regulasi, serta mengutamakan produk dalam negeri. Ia menekankan pemanfaatan penuh aplikasi e-Dalevbang PPT untuk pemantauan real-time yang transparan dan akuntabel.
“Kunci keberhasilan dalam pengelolaan pembangunan daerah terletak pada pengendalian dan evaluasi yang terencana,” kata Silwanus.
Seluruh jajaran pemerintah Provinsi Papua Tengah diimbau berkomitmen menerapkan pengendalian program yang efektif demi mewujudkan visi bersama: Papua Tengah Emas, Adil, Berdaya Saing, Bermartabat, Harmonis, Maju dan Berkelanjutan. (*)

