Nabire – Memperingati usia keempat berdirinya Provinsi Papua Tengah, Gubernur Meki Nawipa, SH mengajak seluruh lapisan masyarakatnya untuk hadir dan meramaikan rangkaian perayaan yang digelar selama tiga hari berturut-turut. Kegiatan yang berpusat di halaman kantor Gubernur, kawasan Bandara Lama Nabire, ini dirancang menjadi ajang kebersamaan, kepedulian kesehatan, pelestarian budaya, penggerak ekonomi rakyat, serta ungkapan syukur imani.
Ajakan ini disampaikan Gubernur saat memberi sambutan pada pembukaan acara nonton bareng Final Piala Dunia 2026, Minggu (19/7/2026) malam.
Perayaan diawali dengan nonton bareng laga puncak sepak bola dunia yang disertai pemeriksaan kesehatan gratis bagi siapa saja yang hadir. Gubernur menegaskan, momen ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan wujud kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan warga.

“Lebih baik sehat daripada sakit. Mari datang dan manfaatkan layanan cek kesehatan yang kami siapkan. Kesehatan adalah modal utama kita membangun daerah,” ujar Meki Nawipa.
Kemeriahan juga diisi pameran dan bazar ratusan pelaku UMKM lokal, penampilan musisi daerah, serta berbagai hiburan dan pembagian hadiah menarik. Pemerintah secara tegas menetapkan hadiah utama berupa sepeda motor dikhususkan bagi masyarakat umum. “Jika terpilih adalah ASN, TNI atau Polri, akan kami undi kembali. Hadiah ini memang kami siapkan khusus untuk rakyat,” tegasnya.
Pada hari kedua, perayaan dilanjutkan dengan LOMBA Yosim Pancar (Yospan) yang dipimpin langsung Gubernur Nawipa itu total hadiah lebih dari Rp100 juta, kegiatan ini mengusung tema “JAMBU – Jangan Melupakan Budaya”. Gubernur mengundang warga dari seluruh Tanah Papua untuk hadir dan menyaksikan, karena tarian ini adalah perekat persaudaraan yang tak ternilai harganya di tengah keberagaman suku dan wilayah.
Menutup rangkaian tiga hari penuh makna, hari ketiga diisi dengan konser musik rohani sebagai wujud rasa syukur mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perjalanan empat tahun yang penuh tantangan sekaligus pencapaian. Gubernur menegaskan, pembangunan yang utuh harus menjaga keseimbangan antara kesehatan raga, kemajuan ekonomi, kekuatan budaya dan keteguhan iman.
Tiga hari kegiatan ini menjadi bukti bahwa HUT ke-4 Papua Tengah adalah milik seluruh rakyat. Lewat sorak sepak bola kita belajar bersatu, lewat budaya kita merawat akar persaudaraan, lewat UMKM kita bangkitkan ekonomi kerakyatan, lewat layanan kesehatan kita wujudkan masyarakat produktif, dan lewat iman kita teguhkan langkah ke depan.
“Mari kita hadir, berbaur dan rayakan bersama. Empat tahun adalah awal perjalanan panjang membangun Papua Tengah yang mandiri, maju, dan sejahtera bagi kita semua,” ajak Gubernur Meki Nawipa. (*)

