Skip to content
Mei 19, 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Tiktok
  • Twitter
Pemerintah Provinsi Papua Tengah

Pemerintah Provinsi Papua Tengah

Gerbang Cendrawasih

Primary Menu
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sekilas Pandang
    • Arti Lambang Daerah
    • Sejarah
  • JDIH
  • POTENSI
  • KABUPATEN
    • Kabupaten Nabire
    • Kabupaten Mimika
    • Kabupaten Paniai
    • Kabupaten Deiyai
    • Kabupaten Intanjaya
    • Kabupaten Puncak Jaya
    • Kabupaten Puncak
    • Kabupaten Dogiyai
  • INSTANSI
    • BIRO
      • Biro Hukum
    • DINAS
      • Dinas Perhubungan
      • Dinas Kesehatan P2KB
      • Dinas Kominfo
      • DPMPTSP
      • Dinas Pendidikan
    • BADAN
      • BPPKAD
      • BAPPERIDA
      • BKPSDM
    • SEKRETARIAT
      • MRP
    • INSPEKTORAT
    • RUMAH SAKIT
  • E-GOV APP
    • SIPD PPT
    • RAP OTSUS
    • e-Dalevbang
    • SIKAP OAP
    • SIMPEG
    • TAKAH
    • e-Absensi
    • SIMANJA
    • SAKTI
    • ASiKeMPat
    • SISDA OAP
    • E-OFFICE
  • PPID
  • PUBLIKASI
    • Dokumen Keuangan
    • Peraturan Gubernur
    • Keputusan Gubernur
Live
  • Home
  • 2026
  • April
  • 20
  • Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan, Gubernur Meki: Kita Akhiri Ketimpangan Layanan di Papua Tengah
  • Pendidikan

Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan, Gubernur Meki: Kita Akhiri Ketimpangan Layanan di Papua Tengah

admin April 20, 2026 2 minutes read
IMG-20260420-WA0107

Nabire – Pemerintah Provinsi (Pemprov)Papua Tengah menegaskan arah kebijakan pembangunan yang berfokus pada sektor fundamental: pendidikan dan kesehatan. Gubernur Meki Nawipa menyatakan, ketimpangan akses layanan dasar yang selama ini terjadi tidak boleh terus dibiarkan, terutama di wilayah-wilayah terpencil.

 

“Tidak boleh ada anak Papua Tengah yang tidak sekolah, dan tidak boleh ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan,” tegasnya saat membuka Seminar dan Forum Diskusi Penguatan Kebijakan Pendidikan dan Kesehatan di Nabire, Senin, (20/04/2026).

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah mulai menggeser fokus pembangunan dari pendekatan administratif menuju pendekatan yang lebih menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Selama ini, persoalan akses pendidikan dan layanan kesehatan masih menjadi tantangan serius, terutama di daerah pedalaman yang minim infrastruktur dan tenaga layanan.

 

Mengusung tema “Harapan Papua Tengah Dimulai dari Pendidikan dan Kesehatan”, forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, hingga perwakilan masyarakat. Keterlibatan multipihak dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan tidak bersifat elitis, melainkan berbasis realitas lapangan.

Dalam sambutannya, Meki menekankan bahwa pendidikan dan kesehatan bukan sekadar program sektoral, melainkan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Tanpa intervensi serius pada dua sektor ini, pembangunan dinilai hanya akan menghasilkan ketimpangan baru.

 

“Kalau pendidikan dan kesehatan tidak kita benahi secara serius, maka kita hanya akan mewariskan masalah yang sama di masa depan. Dua sektor ini adalah kunci untuk memutus rantai ketertinggalan,” ujarnya.

 

Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang telah berjalan. Menurutnya, banyak program yang secara administratif terlihat berjalan, namun belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat di tingkat akar rumput.

Forum diskusi ini, lanjutnya, harus menjadi ruang terbuka untuk mengoreksi kebijakan, menyerap kritik, serta merumuskan langkah yang lebih tepat sasaran. Pemerintah, kata dia, tidak bisa lagi bekerja sendiri tanpa mendengar suara tenaga lapangan dan masyarakat penerima manfaat.

 

Lebih jauh, Meki menegaskan bahwa pemerataan layanan akan menjadi fokus utama, termasuk distribusi tenaga guru dan tenaga kesehatan, peningkatan fasilitas dasar, serta penguatan sistem pelayanan di wilayah terpencil dan terisolasi.

 

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum seremonial, melainkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret, terukur, dan dapat segera diimplementasikan. Pemerintah Provinsi Papua Tengah dituntut memastikan bahwa setiap hasil diskusi benar-benar diterjemahkan menjadi program nyata di lapangan.

 

Dengan komitmen tersebut, pendidikan dan kesehatan diharapkan tidak lagi menjadi persoalan klasik di Papua Tengah, melainkan menjadi fondasi kuat menuju pembangunan yang adil, inklusif dan berkelanjutan. (*)

 

About the Author

admin

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Wapres Gibran didampingi Gubernur Meki Ajak 60 Anak Yatim Belanja Buku dan Alat Tulis Saat Kunker ke Mimika
Next: Pemprov Papua Tengah: Tambang Rakyat Harus Tertib Aturan dan Ramah Lingkungan untuk Maksimalkan PAD

Related Stories

IMG-20260502-WA0060
  • Pendidikan

Hardiknas 2026: Tiga Kunci Penguatan Pendidikan Inklusi Versi Gubernur Papua Tengah

admin Mei 2, 2026
IMG-20260423-WA0166
  • Pendidikan

Pemprov Papua Tengah Genjot Rekrutmen, 425 Calon Guru MAPEGA 3T Lolos Tahap Awal

admin April 23, 2026
IMG-20260416-WA0206
  • Pendidikan

BKPSDM Papua Tengah Siap Fasilitasi Bimbel 250 Calon Peserta Sekolah Kedinasan Sebelum Tes 

admin April 16, 2026

Banner Info

Konten Kominfo

Survey pengunjung

Polling Form (#3)

BesucherZaehler.co

You may have missed

IMG_20260508_220233
  • Olahraga

Gubernur Meki Nawipa Akan Undang Tim Persipura di Nabire, Simbol Dukungan Tanpa Syarat  

admin Mei 8, 2026
IMG_20260507_184240
  • Olahraga

Dukung Mutiara Hitam, Gubernur Papua Tengah Siapkan Tiga Tempat Nobar Persipura vs Adhyaksa

admin Mei 7, 2026
IMG-20260502-WA0060
  • Pendidikan

Hardiknas 2026: Tiga Kunci Penguatan Pendidikan Inklusi Versi Gubernur Papua Tengah

admin Mei 2, 2026
MVIMG_20260430_155550
  • Papua Tengah

Pembangunan Harus Berbasis Hasil dan Pro-Rakyat, Tegas Gubernur Papua Tengah Saat Tutup Musrenbang Otsus dan RKPD 2027

admin April 30, 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Tiktok
  • Twitter
Copyright © Papuatengahprov.go.id 2025 All rights reserved. | MoreNews by AF themes.