Skip to content
Juni 3, 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Tiktok
  • Twitter
Pemerintah Provinsi Papua Tengah

Pemerintah Provinsi Papua Tengah

Gerbang Cendrawasih

Primary Menu
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sekilas Pandang
    • Arti Lambang Daerah
    • Sejarah
  • JDIH
  • POTENSI
  • KABUPATEN
    • Kabupaten Nabire
    • Kabupaten Mimika
    • Kabupaten Paniai
    • Kabupaten Deiyai
    • Kabupaten Intanjaya
    • Kabupaten Puncak Jaya
    • Kabupaten Puncak
    • Kabupaten Dogiyai
  • INSTANSI
    • BIRO
      • Biro Hukum
    • DINAS
      • Dinas Perhubungan
      • Dinas Kesehatan P2KB
      • Dinas Kominfo
      • DPMPTSP
      • Dinas Pendidikan
    • BADAN
      • BPPKAD
      • BAPPERIDA
      • BKPSDM
    • SEKRETARIAT
      • MRP
    • INSPEKTORAT
    • RUMAH SAKIT
  • E-GOV APP
    • SIPD PPT
    • RAP OTSUS
    • e-Dalevbang
    • SIKAP OAP
    • SIMPEG
    • TAKAH
    • e-Absensi
    • SIMANJA
    • SAKTI
    • ASiKeMPat
    • SISDA OAP
    • E-OFFICE
  • PPID
  • PUBLIKASI
    • Dokumen Keuangan
    • Peraturan Gubernur
    • Keputusan Gubernur
Live
  • Home
  • 2026
  • April
  • 18
  • Gubernur Papua Tengah Tegaskan; “Anak dan Perempuan Tak Boleh Jadi Korban”
  • Puncak Jaya

Gubernur Papua Tengah Tegaskan; “Anak dan Perempuan Tak Boleh Jadi Korban”

admin April 18, 2026 4 minutes read
IMG-20260417-WA0156

Nabire – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan sikap keras pemerintah provinsi terhadap insiden konflik bersenjata yang baru-baru ini melanda Kabupaten Puncak dan berbatasan langsung dengan Puncak Jaya.

 

Usai mendarat di Bandara Douw Aturure Nabire setelah mengunjungi para korban di RSUD Mulia, Puncak Jaya pada hari Jumat, (17/4/2026), Gubernur Meki Nawipa didampingi Wakil Gubernur, Deinas Geley menyampaikan keprihatinannya atas jatuhnya korban dari kalangan warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak.

 

“Jadi kita tetap mengutuk tindakan-tindakan yang tidak presisi, yang di mana anak-anak kecil, perempuan kena, itu kita kutuk keras. Jadi langkah-langkah lain yang mereka sedang lakukan itu silakan saja, tetapi anak kecil dan perempuan tidak boleh korban,” tegas Meki Nawipa saat memberikan keterangan di hadapan awak media.

 

Gubernur menjelaskan bahwa langkah koordinasi di tingkat pusat telah dilakukan untuk memastikan penanganan korban dapat berjalan dengan mempertimbangkan aspek budaya lokal.

 

Nawipa menjelaskan dirinya telah membangun komunikasi intensif dengan Menko Polhukam dan Mendagri guna mencari solusi terbaik di lapangan.

 

“Jadi kita mengutuk ini tapi kita akan mengambil langkah-langkah. Saya sudah komunikasi dengan Menko Polhukam, sudah diskusi dengan Mendagri untuk bagaimana saya bisa audiensi. Jadi kita mencari supaya korban-korban yang ada di sana bisa kita lakukan itu sambil satu dua hari ini akan ada tim terpadu,” katanya.

 

Terkait upaya penanganan di lokasi kejadian, Gubernur mengungkapkan saat ini status tanggap darurat telah ditetapkan melalui kolaborasi antara dua kabupaten yang terdampak langsung. Pihak provinsi pun memastikan akan menyalurkan bantuan logistik guna menutupi kekurangan di lapangan.

 

“Jadi tanggap darurat dibuat oleh Puncak dengan Puncak Jaya, gabungan. Ini terjadi di Kabupaten Puncak tapi perbatasan langsung dengan Puncak Jaya. Jadi mereka buat, setelah itu kita akan bantu tenda. Pemda Puncak Jaya sudah lakukan itu tapi masih kurang jadi kita akan bantu semua hal untuk bagaimana meringankan beban ini,” lanjut Meki.

 

Gubernur juga menekankan pentingnya profesionalisme dan ketepatan sasaran. Ia mendorong agar situasi ini mulai diimbangi dengan diplomasi yang lebih manusiawi demi menghindari dampak emosional yang mendalam bagi keluarga korban.

 

“Jadi kita concern hanya anak-anak dan ibu-ibu itu tidak boleh. Maka itu ke depan perlu ada presisi yang bagus untuk tetap kita jalan secara profesional. Tapi kan kasihan, coba kalau yang melakukan ini istrinya atau anaknya korban, perasaannya pasti sama. Jadi kita melihat bahwa langkah-langkah yang mereka sedang tempuh silakan, tetapi anak dengan perempuan itu harus tidak boleh ini. Dan juga yang namanya manusia itu lebih bagus berkomunikasi. Jadi nanti kita coba berjuang untuk cara lain, jadi bukan seperti begini lagi. Tapi kalau bisa kita komunikasi, itu pasti ada pelan-pelan kita akan cari solusi yang baik ke depan. Jadi kita mengedepankan bagaimana humanis, diplomasi humanis, dan ini yang akan diperjuangkan oleh kami di Provinsi,” tuturnya panjang lebar.

 

Dalam kunjungannya ke Mulia, Gubernur juga telah melihat langsung kondisi para korban luka, termasuk beberapa anak kecil dan pemuda yang tengah menjalani perawatan medis. Satu korban dilaporkan telah dievakuasi ke Jayapura untuk penanganan lebih lanjut.

 

“Tadi itu kami di Puncak Jaya, sudah kunjungi ada masyarakat yang kena musibah. Jadi ada anak kecil ada empat ya, empat. Terus satu bapak, pemuda, satu sudah kita terbangkan ke Jayapura. Jadi kita datang memberikan penguatan bahwa Pemda Provinsi akan membiayai seluruh biaya kesehatan. Jadi mereka tidak sendiri, kita akan membiayai sampai sembuh,” ungkap Meki.

 

Ia menaruh perhatian khusus pada masa depan anak-anak yang kehilangan orang tuanya dalam tragedi ini. Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk menjamin pendidikan mereka sebagai bentuk tanggung jawab jangka panjang.

 

“Bahkan ada anak kecil yang ada di situ, bapaknya juga sudah meninggal di kejadian berapa hari lalu itu. Jadi mungkin Pemda Provinsi akan berpikir untuk sekolahkan dia, anak ini, supaya mereka bisa dapat pendidikan yang layak dan suatu saat mereka bisa pulang dan membangun negeri,” tambahnya.

 

Gubernur memaparkan proses identifikasi korban masih terus berjalan di beberapa titik. Meski satu kampung telah dinyatakan kondusif, masih ada dua wilayah lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim gabungan dan PMI.

 

“Jadi situasinya seperti begitu. Masyarakat di sana kita sudah komunikasi, sudah dialog dengan masyarakat. Terus kita akan komunikasi dengan beberapa level tingkatan sehingga ada satu kampung sudah clear, tapi ada dua kampung lagi yang perlu pengecekan kira-kira ada berapa korban lagi. Ini nanti kita sudah diskusi siapa kerja apa, kita lihat beberapa hari ke depan. PMI Kabupaten Puncak Jaya sudah di depan menjemput dan lain-lain. Jadi kita berdoa supaya teman-teman di Mulia dan di lapangan mereka kerja secara profesional,” pungkasnya. (*)

 

About the Author

admin

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Tangani korban warga sipil, Gubernur Papua Tengah komunikasi dengan pihak Jakarta
Next: Pemprov Papua Tengah Jalin Sinergi Strategis dengan 3 Bank Nasional

Related Stories

IMG-20260417-WA0157
  • Puncak Jaya

Tangani korban warga sipil, Gubernur Papua Tengah komunikasi dengan pihak Jakarta

admin April 18, 2026
WhatsApp Image 2025-09-24 at 02.32.58
  • Puncak Jaya

Dari Puncak Jaya, Gubernur Meki Canangkan 9 Program Prioritas Pembangunan Papua Tengah

admin September 25, 2025
WhatsApp Image 2025-07-22 at 11.04.29
  • Berita
  • Keagamaan
  • Kegiatan Gubernur
  • Papua Tengah
  • Puncak Jaya

Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley Hadiri acara HUT Pemuda GIDI ke-39 di Puncak Jaya

admin Juli 22, 2025

Banner Info

Konten Kominfo

Survey pengunjung

Polling Form (#3)

BesucherZaehler.co

You may have missed

IMG-20260529-WA0160
  • Pendidikan

Kepala Disdikbud Papua Tengah Bagikan Strategi Efektif Atasi Anak Tidak Sekolah

admin Mei 29, 2026
IMG-20260526-WA0151
  • Keagamaan

Hadir di Tengah Masyarakat, Gubernur Papua Tengah Serahkan Rp2 Miliar Bangun GKII di Puncak  

admin Mei 26, 2026
IMG-20260525-WA0050(1)
  • Kegiatan Gubernur

Sejarah Baru Kabupaten Puncak, Gubernur Nawipa Resmikan Guest House Elvis Tabuni dan Mulai Bangun Kantor Pemerintahan

admin Mei 25, 2026
IMG-20260511-WA0217
  • Pendidikan

Dukung Kualitas Pembelajaran, Gubernur Meki Nawipa Bantu Sarana IT Berupa 60 Laptop ke PTS

admin Mei 24, 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Tiktok
  • Twitter
Copyright © Papuatengahprov.go.id 2025 All rights reserved. | MoreNews by AF themes.