Skip to content
Mei 7, 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Tiktok
  • Twitter
Pemerintah Provinsi Papua Tengah

Pemerintah Provinsi Papua Tengah

Gerbang Cendrawasih

Primary Menu
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sekilas Pandang
    • Arti Lambang Daerah
    • Sejarah
  • JDIH
  • POTENSI
  • KABUPATEN
    • Kabupaten Nabire
    • Kabupaten Mimika
    • Kabupaten Paniai
    • Kabupaten Deiyai
    • Kabupaten Intanjaya
    • Kabupaten Puncak Jaya
    • Kabupaten Puncak
    • Kabupaten Dogiyai
  • INSTANSI
    • BIRO
      • Biro Hukum
    • DINAS
      • Dinas Perhubungan
      • Dinas Kesehatan P2KB
      • Dinas Kominfo
      • DPMPTSP
      • Dinas Pendidikan
    • BADAN
      • BPPKAD
      • BAPPERIDA
      • BKPSDM
    • SEKRETARIAT
      • MRP
    • INSPEKTORAT
    • RUMAH SAKIT
  • E-GOV APP
    • SIPD PPT
    • RAP OTSUS
    • e-Dalevbang
    • SIKAP OAP
    • SIMPEG
    • TAKAH
    • e-Absensi
    • SIMANJA
    • SAKTI
    • ASiKeMPat
    • SISDA OAP
    • E-OFFICE
  • PPID
  • PUBLIKASI
    • Dokumen Keuangan
    • Peraturan Gubernur
    • Keputusan Gubernur
Live
  • Home
  • 2025
  • Juli
  • 25
  • Tiga Tahun Papua Tengah, Masa Depan Terang dari Pesisir Nabire ke daerah Pedalaman
  • Pemerintahan

Tiga Tahun Papua Tengah, Masa Depan Terang dari Pesisir Nabire ke daerah Pedalaman

admin Juli 25, 2025 4 minutes read
photo_2025-07-24_23-35-37

Nabire – Hari ini, tepat pada tanggal 25 Juli 2022, Provinsi Papua Tengah resmi ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022. Di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah yang dipenuhi tenda-tenda rakyat, semangat itu kembali bergema. Gubernur Meki Nawipa berdiri di tengah rakyatnya, menyampaikan pidato penuh semangat dan refleksi dalam peringatan Hari Jadi Provinsi Papua Tengah yang ke-3.

Tiga tahun yang lalu, sebuah harapan baru menyala dari jantung tanah Papua. Bukan hanya sebagai hasil pemekaran administratif, tetapi sebagai buah dari jeritan panjang aspirasi rakyat, terutama Orang Asli Papua (OAP), yang selama ini merindukan pelayanan yang lebih dekat, pembangunan yang lebih merata, dan pengakuan terhadap identitas lokal mereka.

Dalam sorot mata yang tajam dan suara yang tenang tapi tegas, Nawipa tidak sekadar menyampaikan laporan. Ia menyuarakan mimpi, komitmen, sekaligus ajakan.

Dalam tiga tahun ini, Papua Tengah telah membuktikan bahwa usia muda bukan alasan untuk tertinggal. Pemerintahan provinsi mulai berjalan stabil, infrastruktur dasar mulai dibenahi dari jalan hingga bandara, dan pelayanan publik yang dulu terasa jauh kini perlahan mendekat ke kampung-kampung.

Di sisi lain, yang paling membanggakan adalah tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Dari Nabire hingga Puncak, warga mulai percaya: perubahan itu mungkin, dan mereka adalah bagiannya.

Mengusung tema “Ko Harus Sehat, Rakyat Sehat, UMKM Tangguh, Papua Tengah Terang”, Nawipa menjadikan momentum ulang tahun ini sebagai titik tolak arah pembangunan ke depan. Ia mengajak masyarakat Papua Tengah untuk melihat kesehatan bukan hanya sebagai urusan rumah sakit, tetapi sebagai pondasi utama kehidupan.

Program KO SEHAT yang diluncurkan hari ini menjadi langkah besar untuk memastikan setiap warga, terutama OAP, memiliki akses terhadap layanan kesehatan dasar, edukasi gizi, pencegahan stunting, dan pola hidup bersih.

Kegiatan-kegiatan yang menyertai seperti fun run, fun bike, hingga kampanye hidup sehat di arena Car Free Day (CFD) bukan sekadar hiburan. Mereka adalah bentuk nyata dari visi kesehatan yang berbasis komunitas. Pemerintah tidak hanya menunggu masyarakat datang ke puskesmas, tapi justru hadir langsung di tengah rakyat.

Dalam CFD yang digelar di Nabire dan Mimika, puluhan UMKM turut dilibatkan—mereka menjual makanan sehat, minuman herbal lokal, dan produk-produk kreatif yang mencerminkan kekayaan budaya Papua Tengah.

Gubernur Nawipa pun menaruh perhatian besar pada sektor ekonomi rakyat. Baginya, kekuatan ekonomi Papua Tengah justru terletak pada mereka yang kecil namun tangguh: pelaku UMKM.

Melalui pelatihan, bantuan modal, pendampingan koperasi, dan akses pemasaran, pemerintah provinsi mendorong agar usaha kecil di kampung-kampung bisa naik kelas. Bukan hanya berjualan di pasar lokal, tetapi suatu hari bisa menembus pasar nasional.

 

Namun “Papua Tengah Terang” bukan hanya tentang listrik dan lampu yang menyala. Bagi Nawipa, terang berarti wilayah yang terkoneksi melalui transportasi udara dan darat; birokrasi yang bersih dan transparan; masyarakat yang mendapatkan pendidikan layak; serta pelayanan yang adil hingga ke titik terjauh.

Pemerintah bekerja keras memastikan setiap anak Papua Tengah bisa bersekolah. Program pendidikan gratis dan bantuan untuk yayasan lokal terus diperluas, sebagai upaya mencetak generasi baru yang tercerahkan tanpa kehilangan akar budaya mereka.

Tak hanya itu, Nawipa juga membuka mata publik terhadap persoalan kemanusiaan yang selama ini tersembunyi. Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah memberikan perhatian khusus kepada masyarakat pengungsi akibat konflik, serta bantuan kesehatan ke wilayah-wilayah yang selama ini terpinggirkan.

Bahkan, hingga hari ini, lebih dari 40.000 kartu BPJS gratis telah diberikan kepada masyarakat Papua Tengah sebagai bukti konkret bahwa negara hadir.

“Perayaan ini bukan seremoni kosong,” kata Nawipa dengan nada yang dalam. “Ini adalah ruang edukasi, ruang kolaborasi, dan ruang refleksi. Kita harus bertanya—apa yang telah kita capai? Dan apa yang masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama?”

Meki Nawipa tak lupa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan membangun Papua Tengah. Ia menyebut satu per satu: tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, pengusaha, akademisi, hingga media. Baginya, membangun Papua Tengah bukan pekerjaan satu orang, satu dinas, atau satu kelompok saja. Ini tugas bersama, ini rumah bersama.

Dan sore itu, saat matahari mulai condong ke barat dan bayang-bayang tenda rakyat jatuh memanjang di atas aspal Nabire, satu hal terasa nyata: Papua Tengah sedang bergerak. Bukan dengan gegap gempita, tetapi dengan langkah pasti. Menuju masa depan yang sehat, kuat, dan terang. (*)

 

About the Author

admin

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Pemprov Papua Tengah Berkomitmen Dukung KONI dengan Anggaran dan Fasilitas
Next: Pencapaian Kinerja Gubernur Meki Nawipa dan Wagub Deinas Geley Pada Hari Jadi Provinsi Papua Tengah

Related Stories

IMG-20260309-WA0097
  • Pemerintahan

“Sebagai DOB, Kompetensi ASN Papua Tengah Masih Terbatas dan Harus Terus Dikembangkan”

admin Maret 9, 2026
IMG-20260212-WA0127
  • Pemerintahan

Wagub Papua Tengah Hadiri Entry Meeting Pemeriksaan LKPD Tahun 2025 di Bali

admin Februari 12, 2026
Deinas-Geley-2-1437685438
  • Pemerintahan

Wagub Papua Tengah Tekankan Disiplin Dan Loyalitas ASN

admin Januari 19, 2026

Banner Info

Konten Kominfo

Survey pengunjung

Polling Form (#3)

BesucherZaehler.co

You may have missed

IMG-20260502-WA0060
  • Pendidikan

Hardiknas 2026: Tiga Kunci Penguatan Pendidikan Inklusi Versi Gubernur Papua Tengah

admin Mei 2, 2026
MVIMG_20260430_155550
  • Papua Tengah

Pembangunan Harus Berbasis Hasil dan Pro-Rakyat, Tegas Gubernur Papua Tengah Saat Tutup Musrenbang Otsus dan RKPD 2027

admin April 30, 2026
IMG-20260428-WA0042
  • Perencanaan

Musrenbang Otsus Papua Tengah dan RKPD Papua Tengah 2027, Gubernur Meki Paparkan Data dan Filosofi Alam

admin April 28, 2026
IMG-20260425-WA0075-123
  • Keagamaan

Gubernur Papua Tengah Resmikan Pesantren Riyadhul Qur’an, Launching SMP-SMA dan Tekankan Integritas Data

admin April 25, 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Tiktok
  • Twitter
Copyright © Papuatengahprov.go.id 2025 All rights reserved. | MoreNews by AF themes.