NABIRE – Memasuki usia keempat berdirinya, Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Nawipa, SH menegaskan arah pembangunan yang lebih matang, yaitu tidak hanya mengejar pembangunan fisik, melainkan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan menjaga persatuan sebagai fondasi utama kemajuan daerah. Penegasan ini disampaikan Gubernur Meki Nawipa pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-4 yang digelar di Nabire, Rabu, (22/7/2026).
Gubernur Nawipa mengajak seluruh elemen masyarakat bersyukur sekaligus mengevaluasi perjalanan yang telah ditempuh.
“Empat tahun bukan waktu yang lama, namun cukup bagi kita untuk belajar dan menyadari bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan mulai dari akses pendidikan, pelayanan kesehatan, perlindungan sosial, hingga pemerataan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sebagai wujud nyata komitmen memperkuat SDM, pemerintah resmi meluncurkan Program BANGKIT (Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh). Program afirmasi ini khusus ditujukan bagi keluarga Orang Asli Papua, dengan fokus utama pemenuhan gizi dan stimulasi tumbuh kembang balita. Setiap bulan, bantuan tunai sebesar Rp350 ribu disalurkan langsung kepada ibu atau wali perempuan untuk kebutuhan makanan bergizi, vitamin, hingga pendidikan anak usia dini.
Pada tahap awal, program ini menjangkau seribu balita di empat kabupaten percontohan diantaranya Intan Jaya, Puncak Jaya, Paniai dan Dogiyai. Ke depannya, jangkauan akan diperluas ke seluruh wilayah provinsi.
“Ini adalah investasi jangka panjang. Kami ingin memastikan anak-anak Papua Tengah tumbuh sehat, cerdas, dan kelak mampu memimpin tanah leluhurnya sendiri,” kata Gubernur.
Di sisi lain, pesan persatuan dan kedamaian menjadi inti pidato yang menggema. “Papua Tengah adalah rumah kita bersama. Di tengah keragaman suku dan budaya, persatuan adalah harga mati. Mari kita tolak kekerasan, hargai perbedaan, dan selalu utamakan dialog. Pembangunan hanya akan berjalan baik jika daerah ini aman dan damai,” katanya.

Kepada seluruh aparatur negara, momentum peringatan ini diharapkan menjadi cambuk untuk meningkatkan disiplin dan kualitas pelayanan.
“Setiap program dan anggaran harus dikelola secara jujur, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya Orang Asli Papua,” katanya.
Gubernur mengajak semua pihak mulai dari tokoh adat, agama, pemerintah hingga masyarakat luas untuk terus bergandengan tangan. Di usia yang masih muda ini, Papua Tengah berjanji untuk melangkah lebih mantap dalam membangun manusia yang unggul, menjaga persatuan yang kokoh dan mewujudkan daerah yang adil, makmur, serta bermartabat bagi seluruh warganya. (*)

