Nabire – Semangat berbagi dan pengorbanan yang menjadi inti perayaan hari raya Idul Adha 1447 hijriah kembali terlihat nyata di wilayah Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika. Sebanyak 26 ekor sapi kurban yang diserahkan secara langsung oleh Gubernur Meki Nawipa telah resmi tiba dan diserahkan kepada pemerintah daerah setempat, guna didistribusikan kepada masyarakat luas, khususnya mereka yang membutuhkan.
Penyerahan dipusatkan di Masjid Agung Al-Falah, Kabupaten Nabire, Minggu, (24/5/2026) sore, awalnya pada hari Sabtu (22/5/2026) Gubernur Papua Tengah juga menyerahkan hewan qurban di Timika.

Penyaluran hewan kurban ini merupakan wujud nyata perhatian dan kepedulian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kebahagiaan dan keberkahan hari raya, tanpa terkecuali. Dalam sambutannya, Meki Nawipa mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kasih dan pertolongan-Nya, sehingga kegiatan penyaluran bantuan dapat terlaksana dengan baik.
“Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah, baik dari Provinsi Papua Tengah maupun bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia, agar pelaksanaan Iduladha berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat,” kata Gubernur Nawipa.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyerahkan sebanyak 26 ekor sapi kurban, dengan rincian 11 ekor untuk Kabupaten Nabire dan 15 ekor untuk Kabupaten Mimika.
Selain itu, terdapat tambahan bantuan 11 ekor sapi dari Presiden Prabowo Subianto yang akan disalurkan ke wilayah Papua Tengah.

Menurutnya, Hari Raya Iduladha tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga mengandung nilai-nilai penting seperti kepatuhan, keikhlasan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama.
“Pelaksanaan kurban harus menjadi sarana memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat, terutama bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.

Ucapan terima kasih
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Papua Tengah, Haji Aziz Baharudin, menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, beserta jajaran pemerintah daerah.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah terhadap umat Islam di Papua Tengah, khususnya dalam mendukung pelaksanaan ibadah kurban,” ujarnya.

Ia berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mempererat kebersamaan antarumat beragama di Papua Tengah, khususnya menjelang perayaan Iduladha.
Ia mengatakan, bahwa penyaluran bantuan sapi kurban dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah dilaksanakan pada hari Minggu, (24/5/2026).
Menurutnya, bantuan tersebut disalurkan kepada 11 masjid di wilayah Nabire, serta tambahan dua ekor sapi dari unsur TNI dan Polri.

Dengan demikian, seluruh bantuan yang dijadwalkan untuk hari ini telah berhasil diserahkan.
Adapun masjid-masjid penerima bantuan di antaranya Masjid Agung Al-Falah, Masjid Nurul Bahri Smoker, Masjid Manunggal Jaya Legari, Masjid Al-Hikmah Kimi, Masjid Al-Barokah Wanggar, Masjid Al-Alamin Tapioka, Masjid Al-Munajah Topo, hingga Masjid Sirotul Jannah jalan Jayanti. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada Masjid Nurul Hijrah di wilayah Madi, Paniai.
“Total ada 13 ekor sapi yang diserahkan hari ini, terdiri dari bantuan pemerintah provinsi serta dukungan dari TNI dan Polri,” jelas Aziz.
Ia juga mengungkapkan bahwa bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia akan disalurkan pada Senin, (25/5/2026).
Penyerahan akan dipusatkan di lokasi yang sama, dengan dua ekor sapi untuk wilayah Nabire.
Satu ekor sapi bantuan presiden akan diserahkan untuk tingkat provinsi di Masjid Agung Al-Falah, sementara satu lainnya diperuntukkan bagi kabupaten dan akan disalurkan ke beberapa masjid, termasuk Nurul Bahri dan SP Al-Ansar.
Selain di Nabire, bantuan presiden juga akan disalurkan ke sejumlah daerah lain di Papua Tengah, seperti Kabupaten Puncak Jaya, Puncak, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai, dengan total sembilan ekor sapi.
Aziz menjelaskan, penyaluran bantuan presiden tidak dapat dilakukan bersamaan karena harus menyesuaikan dengan agenda penyerahan di tingkat pusat terlebih dahulu, sesuai arahan dari pemerintah pusat. (*)

