Intan Jaya — Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH dan Wakil Gubernur Deinas Geley, S.Sos,M.Si melakukan kunjungan kerja ke Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada hari Jumat, 23 Januari 2026.
Kunjungan itu merupakan pemenuhan janji kedua pemimpin defenitif Papua Tengah untuk menyerahkan secara langsung bantuan laptop kepada pelajar di Intan Jaya yang menjadi peserta Festival Budaya Pelajar pada September 2025 lalu.
Kali ini, sebanyak 15 unit laptop diserahkan Gubernur Meki dan Wagub Deinas kepada pelajar di Intan Jaya.

“Pakai laptop ini baik-baik. Ini bisa untuk membuat kalian jadi pemimpin suatu saat. Kamu tidak harus menjadi orang yang paling hebat, tetapi kamu harus menjadi orang yang sukses. Laptop ini menjadi tulisan, menjadi hidup, menjadi otak bagi kamuorang semua,” kata Meki Nawipa.
“Kemudian, jangan takut untuk kuliah, selagi Meki Nawipa dan Deinas Geley masih gubernur dan wakil gubernur untuk siap membiayai. Demikian pun negara ini sudah menyiapkan beasiswa, namanya KIP, Kartu Indonesia Pintar. Jadi jangan takut karena orang tua tidak ada atau orang tua petani, karena pemerintah daerah dan negara hadir untuk membiayai,” katanya.

Sang gubernur ini bilang, pihaknya melalui Dinas Pendidikan Papua Tengah berencana akan membangun Klinik Matematika dan Klinik Bahasa Inggris di Nabire guna menyiapkan dan mempermudah mahasiswa Papua Tengah dalam mendapatkan program beasiswa ke depan.
“Sekali lagi terima kasih, setelah ini kami akan lanjut ke Enaro dan Waghete. Mungkin ini hal kecil tetapi ini penting. Jadi saya minta sekolah baik-baik, hidup baik, makan baik, supaya bisa menjadi pemimpin ke depan menggantikan kami. Sekali lagi pesan saya, jangan takut untuk kuliah. Ada beasiswa,” tutur politisi muda PDI Perjuangan ini.

Pada kesempatan itu, Gubernur Meki Nawipa juga mengajak para siswa di Intan Jaya untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Papua sebagai identitas dan jati diri unik yang membanggakan.
“Terima kasih banyak karena kemarin sudah hadiri Festival Budaya. Kita adalah orang Papua yang melestarikan budaya kita. Jangan ragu pakai koteka, jangan malu dengan budaya kita, karena budaya kita ini mahal,” kata mantan Bupati Paniai ini. (*)

