Nabire – Guna menyelesaikan konflik sosial antar dua suku di distrik Kapiraya yang berbatasan langsung antara kabupaten Mimika, Deiyai dan Dogiyai, maka langsung kongrit yang dilakukan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH yakni mengutus tim harmonisasi yang dibentuk tiga Bupati.
“Ketiga bupati (Deiyai, Mimika dan Dogiyai) besok hari Senin, (23/2/2026) semua tim yang sudah dibentuk harus ketemu di Timika, lalu ketiga Bupati utus mereka sama-sama ke Kapiraya,” kata Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa.

Hal itu disampaikan orang nomor satu pada rapat koordinasi antara ketiga Bupati yakni Bupati Deiyai Melkianus Mote, Bupati Deiyai Yudas Tebai, Bupati Mimika Johannes Rettob ikuti melalui zoom meeting, Plt Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Papua Tengah Albertus Adii, Wakil Ketua I MRP Papua Tengah Yehuda Gobai, Wakil Ketua IV DPRPT John NR Gobai ikuti melalui zoom meeting. Rapat tersebut langsung dipandu oleh Pj Sekda Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Soemoele di ruang rapat Gubernur.
Menurut Gubernur, hal itu dilakukan supaya masyarakat juga mengetahui bahwa adanya kerjasama yang baik antara para pimpinan daerah dan tim harmonisasi yang diutus dari tiga kabupaten.

“Pak Bupati Mimika akan keluarkan surat undangan rapat itu di Timika. Dua Bupati (Deiyai dan Dogiyai) beserta tim ke Timika, rapat bersama. Selanjutnya hari Selasa tim ini (Timika, Deiyai dan Dogiyai) sama-sama pergi ke Kapiraya ketemu masyarakat,” katanya tegas.
Dalam rapat nanti, lanjut Nawipa, ketiga Bupati akan tentukan pihak-pihak yang pergi ke Kapiraya menggunakan jalur laut dan pesawat udara.

“Terkait dengan penerbangan ke Kapiraya, nanti Pak Sekda (Provinsi Papua Tengah) akan keluarkan surat akses masuk pesawat ke Kapiraya,” ujar Gubernur pertama ini.
Usai tatap muka dengan masyarakat kedua belah pihak, kata Gubernur, selanjutnya pihaknya akan atur rekonsiliasi perdamaian.
Gubernur menegaskan, persoalan di Kapiraya harus ditetapkan melalui tapal batas adat. “Apapun ceritanya harus buat tapal adat dulu,” ujarnya tegas.

Gubernur Nawipa juga menyampaikan terima kasih banyak kabupaten Deiyai, Dogiyai dan Mimika sudah membentuk tim harmonisasi. “Itu artinya satu langkah perdamaian sudah nampak, jadi tim ini harus dilepas sama-sama oleh ketiga bupati,” katanya.
“Setelah mulai ketemu tokoh-tokoh orang Kamoro itu pastikan siapa saja yang benar-benar ada di daerah perbatasan. Orang Mee dari Deiyai siapa saja, orang Dogiyai juga siapa saja. Jangan libatkan orang yang bukan asli Kapiraya. Tidak boleh ada orang baru yang masuk, karena dia tidak tahu tapal batas,” katanya.
Gubernur tegaskan, semua pihak yang tidak ada hubungan dengan Kapiraya harus netral, biarkan masyarakt sendiri berkonsolidasi untuk menyelesaikan.

“Pemerintah dan tim hanya memediasi, yang kita bicara hari ini adalah masyarakat menentukan tapal batas adat, setelah itu baru kita semua bersatu buat perdamaian dan menentukan tapal batas. Tim harmonisasi harus mulai bergerak mulai hari Senin ke atas. Setelah itu menentukan batas, dan kesepakatan hak-hak ulayat dan perdamaian,” katanya. (*)

